Sabtu, 29 Maret 2014

Ikebana di Jepang

Pengertian Ikebana
Ikébana (生花)kata Ikebana berasal dari 'ike' yang bermakna hidup atau tumbuh dan kata 'hana' atau 'bana' yang berarti bunga. Istilah populer dari Ikebana sendiri adalah 'seni merangkai bunga'.





Dalam bahasa Jepang, Ikebana juga dikenal dengan istilah kadō (華道, ka, bunga; do, jalan kehidupan) yang lebih menekankan pada aspek seni untuk mencapai kesempurnaan dalam merangkai bunga.


Pada umumnya, bunga yang dirangkai dengan teknik merangkai dari Barat (flower arrangement) terlihat sama indahnya dari berbagai sudut pandang secara tiga dimensi dan tidak perlu harus dilihat dari bagian depan.
Ikebana Jepang berbeda dengan seni merangkai bunga dari barat yang bersifat dekoratif. setiap Ikebana mempunyai cara tersendiri dalam merangkai berbagai jenis bunga. Bentuk-bentuk Ikebana didasarkan tiga titik yang mewakili langit, bumi dan manusia.

Gaya Rangkaian dalam Ikebana
Ada 3 gaya dalam Ikebana, yaitu : rikka, shoka dan jiyuka
Rikka (Standing Flower)adalah ikebana gaya tradisional yang banyak dipergunakan untuk perayaan keagamaan. Gaya ini menampilkan keindahan landscape tanaman. Gaya ini berkembang sekitar awal abad 16. Ada 7 keutamaan dalam rangkaian gaya Rikka, yaitu : shin, shin-kakushi, soe, soe-uke, mikoshi, nagashi dan maeoki.
Shoka adalah rangkaian ikebana yang tidak terlalu formal tapi masih tradisional. Gaya ini difokuskan pada bentuk asli tumbuhan. Ada 3 unsur utama dalam gaya Shoka yaitu : shin, soe, dan tai. Gaya ini lebih berkembang karena adanya pengaruh Eropa Nageire arti bebasnya “dimasukan” (rangkaian dengan vas tinggi dengan rangkaian hampir bebas) dan Moribana rangkaian menggunakan wadah rendah dan mulut lebar). Lalu pada tahun 1977 lahir gaya baru yaitu Shoka Shimputai, yang lebih modern, terdiri dari 2 unsur utama yaitu shu dan yo, dan unsur pelengkapnya, ashirai.
Jiyuka adalah rangkaian Ikebana bersifat bebas dimana rangkaiannya berdasarkan kreativitas serta imaginasi. Gaya ini berkembang setelah perang dunia ke-2. Dalam rangkaian ini kita dapat mempergunakan kawat,logam dan batu secara menonjol.
Asal-usul Ikebana
Asal-usul Ikebana (いけばな) berawal dari tradisi mempersembahkan bunga di kuil Budha di Jepang. Ikebana berkembang bersamaan dengan perkembangan agama Buddha di Jepang di abad ke-6.
Di zaman kuno, manusia merasakan keanehan yang terdapat pada tanaman/ tumbuhan dan mengganggapnya sebagai suatu misteri. Berbeda dengan binatang yang langsung mati setelah diburu, bunga atau bagian tanaman yang sudah dipetik dari alam bila diperlakukan dengan benar tetap mempertahankan kesegaran sama seperti sewaktu masih berada di alam. Manusia yang senang melihat "keanehan" yang terjadi kemudian memasukkan bunga atau bagian tanaman yang sudah dipotong ke dalam vas bunga. Manusia zaman kuno lalu merasa puas karena menganggap dirinya sudah berhasil mengendalikan peristiwa alam yang sebelumnya tidak bisa dikendalikan oleh manusia. Ketakjuban manusia terhadap tumbuhan yang dianggap mempunyai kekuatan aneh juga berkaitan dengan pemujaan tanaman yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun (evergreen). Manusia zaman dulu yang tinggal di negeri empat musim percaya bahwa kekuatan misterius para dewa menyebabkan tanaman selalu berdaun hijau sepanjang tahun dan tidak merontokkan daunnya pada musim dingin.
Sejarah seni merangkai bunga
Menurut literatur klasik seperti Makura no sōshi yang bercerita tentang adat istiadat Jepang, tradisi mengagumi bunga dengan cara memotong tangkai dari sekuntum bunga sudah dimulai sejak zaman Heian. Pada mulanya, bunga diletakkan di dalam wadah yang sudah ada sebelumnya dan kemudian baru dibuatkan wadah khusus untuk vas bunga.
Ikebana dalam bentuk seperti sekarang ini baru dimulai para biksu di kuil Chōhōji, Kyoto pada pertengahan zaman Muromachi. Paa biksu kuil Chōhōji secara turun temurun tinggal di kamar () di pinggir kolam (ike), sehingga aliran baru Ikebana yang dimulainya disebut sebagai aliran Ikenobō.

Ikebana aliran Ikebono

Di pertengahan zaman Edo, berbagai kepala aliran (lemoto) dan guru besar kepala (Sōke) menciptakan seni merangkai bunga gayaTachibana atau Rikka yang menjadi mapan pada masa itu.
Di pertengahan zaman Edo hingga akhir zaman Edo, Ikebana yang dulunya hanya bisa dinikmati kalangan bangsawan atau kaum samurai secara berangsur-angsur mulai disenangi rakyat kecil. Pada zaman itu, Ikebana gaya Shōka (seika) menjadi populer di kalangan rakyat.
Aliran Mishōryū, aliran Koryū, aliran Enshūryū dan aliran Senkeiryū melahirkan banyak guru besar dan ahli Ikebana yang memiliki teknik tingkat tinggi yang kemudian memisahkan diri membentuk banyak aliran yang lain.
Ikebana mulai diperkenalkan ke Eropa pada akhir zaman Edo hingga masa awal era Meiji ketika minat orang Eropa terhadap kebudayaan Jepang sedang mencapai puncaknya. Ikebana dianggap memengaruhi seni merangkai bunga Eropa yang mencontoh Ikebana dalam line arrangement.
Sejak zaman Edo lahir banyak sekali aliran yang merupakan pecahan dari aliran Ikenobō. Pada bulan Maret 2005 tercatat 392 aliran Ikebana yang masuk ke dalam daftar Asosiasi Seni Ikebana Jepang.
Tokoh Ikebana
Jepang : Kariyazaki Shogo di Jepang
Inggris : Okada Mokichi

Cukup segini pengetahuanku mengenai Ikebana, jika ada tambahan silahkan dijabarkan sendiri dan maaf jika ada kesalahan.
Ting Tong ....... 

Belajar Bahasa Jepang Untuk Pemula

Kosa Kata Dalam Bahasa Jepang

Keluarga

oniisan, niisan, ani = kakak laki-laki (saya)
oneesan, neesan, ane, shimai = kakak perempuan
giri no ani = kakak ipar laki-laki
giri no ane = kakak ipar perempuan
otousan = ayah
haha, okaasan, hahaoya = ibu
mamahaha = ibu tiri
ojisan = paman
ojiisan = kakek
obasan = bibi
obaasan = nenek
oto = suami

Tempat

eigakan = bioskop
tatemono = bangunan
ginkoo = bank
teryuujo = terminal
byooin - rumah sakit
koojoo = pabrik
eki = stasiun
depaato = toko serba ada
yuubinkyoku = kantor pos
resutoran = restoran
mura = kampung.desa
kuni = negeri
hoteru  =  hotel
machi = kota
mise = toko
0-taku = tempat tinggal
biru = bangunan
gekijoo = teater
-joo = lapangan,tempat

Makanan

sato = gula
gyuunyuu = susu sapi

Profesi

profesi (shoukugyou) / pekerjaan (shigoto)
isha = dokter
gunjin = tentara
sensei  =  guru / dosen
seito = pelajar
mahasiswa = daigakusei
kagakusha = ilmuwan
gaka = pelukis
kenchikuka = arsitek
seijika = politisi
kaishain = pegawai kantor
ginkouin = pegwai bank
kashu = penyanyi
sarariman = orang gajian
senshu = atlit
kenji = jaksa
annaisha = petunjuk jalan
junsha = polisi
doroobo = pencuri
shoonin = pedagang
hisho = sekretaris
noomin = petani
daisensei = dosen
eigyooka = seksi penjualan
ka-choo = kepala seksi
eigyoo = bisnis
-ka  =  seksi ( lebih rendah dari -bu)
-choo = kepala -

Kendaraan (kuruma)

hikooki = kapal terbang
kisha = kereta api
jidosha = sepeda

Pakaian

nekutai = dasi
kutsu = sepatu
kutsushita = kaos kaki
booshi = tamu
megame = kacamata
zubon = celana

Kata benda

booshi = topi
jiten = kamus
megane = kacamata
jibiki = kamus
hankachi = saputangan
haizare = asbak
zasshi = majalah
mura = kampung
hondana = rak buku
heya = kamar
naifu = pisau
ki = pohon
tegami = surat
kuruma = kendaraan
hasami = gunting
yama = gunung
empitsu = pensil
hana = bunga
shashin = potret
hagaki = kartu pos
nooto = catatan
sato = gula
keisan-ki = mesin hitung
rokkaa = loker
karendaa = kalender
mizu = air
kuuki = udara
-joo = lapangan
atari = tetangga
machi = kota
doo = bagaimana
koozoo = susunan
katsu = menang
tsuzuki = lanjutan
taiya = ban
renga = batubata
tatemono = bangunan
tookei = statistik
yuki = salju
yuuki = keberanian
kookoo = kebaktian
doro = lumpur
dooro = jalan
ryokoo = perjalanan
kyaku = tamu
otto = bunyi
undoo = olahraga
antei = kestabilan
bunmei = civilisasi
sangyoo = industri
nyusu = berita
jama = gangguan
joodan = lelucon
kazu = jumlah bilangan
zoosen = pembuatan kapal
juushoo = alamat

Kata Sambung

shikashi = tetapi

Kata Keterangan suatu tindakan

hakkiri (to) = secara jelas
soro-soro (to) = sedikit demi sedikit
sukkiri (to) = segar
bata-bata (to) = dengan tergesa-gesa
don-don (to) = semakin cepat
ira-ira (to) = tak sabar, menjengkelkan
ukkari (to) = tidak hati-hati
pittari (to) = cocok,persis
para = pera = sangat pintar
waza-waza = secara khusus melakukan untuk orang lain
yuttari shita = longgar,tidak terburu buru

contoh:

ano shirase ga hakkiri shitte imasu ka? apakah anda tahu beritaitu secara jelas?
Kobayashi-san wa wazawaza watashitachi o manete imasu. Pak Kobayashi secara khusus mengundang kita.
kore wa yuttari-shita shigoto desu ne. Itu pekerjaan yang santai khan.
mou soro soro bounenkai desu yo. = sudah hampir perayaan akhir tahun lho.
yamada-san itsumo bata-bata hataraite imasu.= Pak yamada selalu bekerja dengan terburu-buru.
kodomotachi wa genzai dondon otona ni narimasu. anak-anak sekarang ini cepat menjadi dewasa.

Percakapan

Perkenalan (shookai )

minako = Ohayoo gozaimasu
suzuki = ohayoo gozaimasu
minako = hajimemashite. Watashi wa minako desu. doozo yoroshiku
suzuki = kochirakoso doozo yoroshiku. watashi wa suzuki desu
minako = anata wa nihon-jin desu ka?
suzuki = iie, watashi wa nihonjin dewaarimasen
watashi wa indonesia-jin desu
anata mo nihon-jin desu ka?
minako = hai soo desu.
suzuki = watashi wa daigaku-sei desu . anata mo daigaku - sei desu ka?
minako = hai , soo desu . daigaku no sannen-sei desu
anata wa nan nen-sei desu ka?
suzuki = watashi wa ichi nen-sei desu.
terjemahan :
minako = selamat pagi
suzuki = selamat pagi
minako = perkenalkan , saya adalah minako . senang berjumpa dengan anda
suzuki = sama-sama ( senang berkenalan dengan anda juga) . saya adalah suzuki
minako = apakah anda orang jepang ?
suzuki = bukan, saya bukan orang jepang
saya orang indonesia
apakah anda juga orang jepang?
minako = ya benar
suzuki = saya adalah seorang mahasiswa. Apakah anda juga mahasiswa?
minako = ya, benar. saya di tahun ketiga di universitas
anda di tahun ke berapa?
suzuki = saya di tahun ke satu

*) catatan :

hajimemashite = diucapkan saat pertemuan yang pertama kali dengan seseorang dengan maksud perkenalan
kosa kata :
ichinen-sei= first year
ninen-sei =second year
sannen-sei= third year
yonnen-sei =fourth year
doitsu-jin = orang jerman
-jin = orang
daigakuin = universitas
daigaku = college

Beberapa ucapan selamat untuk perayaan tertentu :

Shinnen omedetoo  =  Selamat tahun baru
Tanyoobi omedetoo  =  Selamat ulang tahun
Lbaran omedetoo  =  Selamat lebaran

Mengucapkan Terima Kasih

mengucapkan terima kasih ada beberapa cara, tergantung dengan siapa berterima kasih , apakah orang yang lebih
dihormati atau antar teman yang tidak resmi,
ada beberapa tingkatan :
doumo : secara singkat tidak formil
doumo arigatou: secara umum
doumo arigatou gozaimasu: secara formil
bila orang mengucapkan terima kasih , kita dapat membalas dengan mengatakan :
douitashimashite ( yang dapat berarti : terima kasih kembali )
contoh :
A : douzo(silahkan )
B : arigatou gozaimasu (terima kasih)
A : douitashimashite(sama-sama)

Salam Ketika Makan

sebelum makan , orang jepang mengatakan : Itadakimasu
dan sesudahnya ,mereka mengatakan : gochisou sama deshita

Salam Setelah Bekerja

A: otsukaresama deshita (salam setelah kerja)
B: Doumo mata ashita ( mari, sampai besok)

Salam Pengantar Kepergian

A : Itterasshai(salam pengantar kepergian)
B : ittekimasu( pergi dulu)

Salam Ketika Datang

A : tadaima (saya pulang)
B: Okaerinasai (salam menyambut kedatangan)

Maaf jika kurang memuaskan. Silahkan jika ada tambahan

Selasa, 25 Maret 2014

FF : Key Of The Twilight


.
.
.
Title  :  Key Of The Twilight

Disclaimer  :  Skip Beat is not mine. I just borrow the name.

Rate  : M

Genre :  Hurt, Humors, Romance

Warning : EYD berantakan, OOC, rate M untuk dewasa

.

.

.

Cast

Kyoko Mogami

Ren Tsuruga

Shou Fuwa

Yukihito Yashiro

Kanae Kotonami

Hiou

Maria

Presdir Takarada

Subaru Sumeragi

Sakura Zukamori

Touya Kinomoto

Yue

Yuki Kajiura

.

.

.


 Chapter One

I Talk To The Rain

Kegelisahan, kedukaan dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan hingga membuat keresahan dan kebimbangan.

Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada.

Jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta isinya, bertanya, di manakah pasangan jiwa berada.

Lalu hati menciptakan serpihan kegelisahan bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.

Ren mengabaikan pertanyaan Pak Yashiro, “Pak Yashiro, aku sibuk. Jadi katakan padaku maksud kedatanganmu ke sini? Kau bukan orang yang mau meluangkan waktu hanya untuk bergosip denganku di sini, ‘kan?”

Yashiro Yukihito malah balik bertanya padanya yang dikenal sebagai orang yang tak bisa dibaca apa yang ada di otaknya, “Sibuk? Sibuk pacaran maksudmu?” Lalu ia terkekeh membayangkan cowok seperti Seshirou mau menggandeng tangan seorang cewek saja sudah bikin orang jantungan apalagi pacaran. Ren bukan orang yang mudah didekati secara pribadi, terlalu banyak kemisteriusan dalam dirinya. Keluarga ataupun kepribadiannya. “Kapan kau akan mengenalkanku pada pacarmu itu, Ren?”

Alis Ren terangkat sambil tersenyum tipis. “Aku tak tertarik. Lagipula sejak kapan Anda beralih profesi menjadi wartawan infotainment?”

Pak Yashiro hanya tertawa. “Hei, aku hanya bertanya.” Mata Pak Yashiro sedikit melirik ke arah Ren.

“Kudengar kakakmu akan menikah?” tanya Ren. Pak Yashiro hanya mengangguk. “Hmm ... menikah, ya?”

“Ren, jangan lagi,” erang Pak Yashiro sambil mendongakkan kepala. “Tak bisakah kau melupakan semuanya dalam sedetik.”

Pak Yashiro mengerutkan kening makin dalam. Dia tahu, dia takkan melakukannya. Tidak dalam seribu tahun. Tidak, sebelum neraka berubah jadi sauna ataupun kutub es. Berkali-kali Pak Yashiro membujuk Ren untuk bersosialisasi dengan manusia sekitarnya, malah telinganya hanya mendengar jawaban yang membuat seluruh kulitnya gatal. ‘Aku tak mau repot-repot bergaul dengan manusia yang tak berguna bagiku dan bisanya hanya menghujat orang lain’ jawabnya berulang kali.

Pak Yashiro nyaris putus asa terlibat dalam pembicaraan seperti ini. Perbincangan yang tak ada titik temu. Perbedaan cara memandang inilah yang sering memicu pertengkaran kecil antara mereka berdua. Pak Yashirolah yang selalu tak puas pada kepribadian Ren. Dia bertemu pria yang menyusahkan dan agak sedikit menyesal karena sudah bersusah payah selama ini hanya demi menjadi temannya. Hidupnya benar-benar kacau, tepatnya tak menarik karena Ren tak pernah bermasalah, terlalu perfect di mata semua orang kecuali satu hal. Orang yang dingin.

Pak Yashiro hanya bisa menebak, kemungkinan Ren pernah mengalami masa krisis dalam hidupnya. Sangat sulit mencari orang yang bisa dipercaya, terutama sebagai kawan. Apalagi, zaman sekarang yang dibanggakan bagi semua orang hanya tampil fleksibel sesuai kebutuhan.

“Jangan pasang tampang begitu, Pak Yashiro. Aku tahu maksudmu.” Tegur Ren seraya meneliti deretan kertas di hadapannya.

“Sudahlah, Ren. Besok biar aku yang mengantarmu ke sekolah,” putusnya.

“Tak apa. Aku masih sanggup, Pak Yashiro!” katanya sambil merebahkan diri di kursinya. Berharap bisa melupakan kepenatannya.

Pak Yashiro baru akan menjawab dengan pidatonya ketika mendengar ponselnya berdering. Tebakanku, Sakuya yang menghubungiku. Namun, nama yang tertera di layar ternyata berbeda. Telepon itu bukan dari kekasihnya, melainkan Yuya, adiknya.

“Halo, kakak yang paling menyebalkan di dunia! Apa kabarmu?” sapa Yuya girang. Suara tawa bergema dari seberang.

“Sepertinya adikku makin kaya. Suaranya sangat beda,” goda Pak Yashiro.

“Tentu saja. Kalau tidak kaya, untuk apa aku bekerja keras selama ini?” balasnya.

Ren sibuk mencoret-coret kertas di hadapannya tak memedulikan obrolan kakak-beradik itu. Yah, setidaknya dia tak perlu bekerja keras kalau ingin jadi orang kaya seperti dalam obrolan dua orang itu.

-Di dalam kantor Presdir Takarada-

"Apa yang Anda mau bicarakan, Presdir?" aktor berambut hitam bertanya penuh rasa ingin tahu.

Presdir Takarada, dalam kostum Raja Prancis, menyeringai licik yang membuat Ren lebih penasaran.

"Apa yang Anda coba rencanakan?" tanyanya dan memberi Presdir peringatan.

"Kita akan membahas tentang bagaimana cara mengubah hidupmu dalam waktu singkat" ia hanya berkata sambil mempelajari reaksi Ren. "Kau tak perlu khawatir, Ren. Aku mengerti kau benar-benar ingin mencintai seseorang tapi tolong berhenti mengancamku. Kau hanya akan menakut-nakutiku  sampai mati dan semua wanita akan terus menghindarimu untuk selamanya." Presdir menangis tersedu-sedu. "Mereka akan mulai membencimu dan meninggalkanmu untuk selamanya jika kau tidak menjaga sikapmu." Presdir menambahkan saat ia mencoba untuk menggodanya tanpa henti.

"Bisakah Anda berhenti bersandiwara? Siapa yang bilang bahwa aku ingin mencintai seseorang?" ia memandang penuh rasa bosan pada Presdir.

"Kau bisa menipu siapa pun, Ren... tetapi kau tidak bisa membodohiku. Bahkan kau tidak bisa menyembunyikan dari manajermu, yang juga menyadari perasaanmu padanya." balas Presdir.

"Katakan apa pun yang Anda inginkan, Presdir." Dia marah.

"Ren, kau gagal dalam menunjukkan kasih sayangmu pada wanita yang kau cintai. Kau mungkin telah melampaui Katsuki di Tsukigomori tapi masih saja ... ” mimik wajah Presdir seakan tertawa dan mengejek Ren “.... KAU GAGAL DALAM CINTA dikehidupan nyata! Tak heran kekasih-kekasihmu meninggalkanmu sebelum mendapatkan cintamu!" Presiden menunjuk Ren, memberinya jempol ke bawah.

"Presdir, bisakah Anda berhenti mencampuri kehidupan pribadiku? Aku mampu menangani masalahku sendiri." Ren berkata penuh kejengkelan.

"Hhhmm, kalau dipikir-pikir, kurasa kau harus dapat terapi khusus untuk kasus percintaanmu itu." Dia tersenyum pada dirinya sendiri.

"Jadi, Anda mencoba untuk mengatakan bahwa aku harus meminta psikiater untuk membenahi otakku agar penuh dengan cinta, begitu? Mencari kekasih? Benarkan, Presdir?" tanyanya tegas.

"Tidak!" Presiden menjawab seru.

"Eh?" Ren melihat Presdir bingung.

"Mungkin lebih baik bagi aku menempatkanmu di suatu tempat agar kau bisa belajar mencintai seseorang!" Presiden menunjuk Ren dengan kilatan nakal di matanya.

Butuh waktu untuk Ren memproses kata- kata Presdir sampai ...

"Tidaaaak!" Ren mental berteriak ngeri dengan tangannya mencoba menarik rambutnya keluar.

XXXXXXX

Bagaimana jika ... mereka bertemu dengan cara yang berbeda? Apakah dia masih bisa mencintai dengan benar dan akankah ia membiarkan dirinya dianggap sebuah kemewahan cinta meskipun banyak  rintangan?

Roda mencicit ketika dia menariknya sepanjang jalan hutan basah dan dia melakukan yang terbaik untuk mengabaikan suara bising yang tampaknya lebih keras dari suara kendaraan mewahnya. Lengan kurus yang mulai memarahi dirinya sendiri untuk mengambil tindakan aneh dan bodoh.

Panas matahari pagi ini terasa begitu menyengat. Padahal baru jam delapan. Tapi panasnya bisa membuat jemuran kering dalam sekejap. Lalu-lalang manusia begitu membuat pusing kepala. Kemacetan di jalan-jalan kota tampak seperti antrian BBM gratis. Asap kendaraan menambah nafas kian sesak.

Prefektur Yamanashi merupakan salah satu dari sedikit prefektur di Jepang yang terkurung dan di kelilingi daratan, berbatasan dengan Tokyo, Prefektur Kanagawa, Saitama, Shizuoka, dan Nagano.

Sekitar 80% dari wilayah Prefektur Yamanashi merupakan daerah bergunung-gunung, Gunung Fuji di sebelah selatan, Pegunungan Akaishi (Minami Alps) di sebelah barat, GUnung Yatsugatake di sebelah utara, dan Pegunungan Okuchichibu di sebelah timur.

Prefektur Yamanashi memiliki berbagai tujuan wisata, Gunung Fuji, Lima Danau Fuji, taman bermain Fuji Q-Highland, perkebunan anggur serta pengilangan anggur (winery), kota Kofu, kuil Erin-Ji, dan kuil Kounji.

Kota Kofu merupakan Ibu Kota Prefektur Yamanashi yang terdapat tim sepak bolanya juga.

SMA Seijo merupakan sekolah paling ngetop dengan segudang prestasi akademik maupun non-akademik di Kofu. Termasuk sekolah termahal di daerahnya. Hanya orang tua beruang yang bisa memasukkan anaknya ke sekolah bergengsi itu. Tapi SMA Seijo juga menerima anak-anak ekonomi menengah ke bawah yang berprestasi tinggi.

SMA Seijo atau tepatnya Akademi Seijo memiliki yayasan terbesar di Kofu. Sistem pendidikan di Jepang hampir sama dengan Indonesia. Pertama, Sho^ gakko^ (SD), ada 6 kelas dari kelas satu sampai enam. Anak umur 6 tahun harus masuk SD kelas satu. Di Jepang pelajaran/semester baru mulai pada bulan April. Hal ini sama dari SD sampai universitas. Bulan April musim menjadi hangat, berbunga Sakura. Setiap tahun, anak umur 6 masuk SD disambut bunga sakura. Seijo memiliki sederetan pohon Sakura. Mereka tamat pada umurnya 12.

Kedua, Chu^ gakko^ (SMP). Ada 3 kelas dari kelas satu sampai tiga. Muridnya umur 12 sampai 15.

Ketiga, Ko^to^ gakko^(SMA). Ada 3 kelas dari kelas satu sampai tiga. Muridnya umur 15 sampai 18. SMA itu ada macam-macam. SMA kesenian, SMA teknologi, SMA pertanian, SMA perikanan, SMA perdagangan, dll.

Kemudian, ada Daigaku (universitas) atau Tanki Daigaku (junior college). Daigaku ada 4 kelas (terdiri dari 8 semester) dan Tanki Daigaku 2 kelas (terdiri dari 4 semester).

Untuk lulus ujian masuk universitas yang berkualitas agak susah. Kalau gagal ujian masuk, satu atau dua tahun belajar lagi untuk lulus (ujian masuk 1 tahun 1 kali saja). Di Jepang juga ada semacam UMPTN. Untuk masuk universitas negeri, harus ikut ujian ini. Memang untuk S2 dan S3 tidak ada semacam UMPTN. Biaya sekolah universitas swasta dua kali atau tiga kali lebih mahal daripada negeri. Universitas swasta, fakultas natural science biaya sekolahnya lebih mahal daripada fakultas lain. Yang paling mahal fakultas kedoktoran. Universitas negeri tidak ada bedanya biayanya tergantung fakultas.

Pagi ini, upacara pembukaan. Banyak juga anak-anak yang terlambat mengikuti upacara pembukaan. Dari barisan kelas sepuluh bagian belakang terdengar suara agak berisik. Ada yang menyusup agar tidak ketahuan guru piket.

_Di kediaman keluarga Fuwa_

Ekspresi Kyouko terlihat kosong. Perlahan ia sadar apa yang ada dalam genggamannya. Jam alarm.

08.45

Huwaaaaaaaaa!!!!!

Kemudian Kyouko mengambil handuk dan pakaiannya yang ada dalam lemarinya lalu keluar kamarnya menuju kamar mandi.

Tak lama Kyouko keluar dari kamar mandi dengan seragam sekolahnya. Kemeja putih dengan ikatan dasi merah berpadu putih kotak-kotak di kerah bajunya sama seperti corak roknya yang di atas lutut. Belakang roknya terikat pita agak panjang berwarna merah juga semakin membuatnya terlihat gadis lugu. Tangannya menyambar jas di atas kursi belajarnya.

Kyouko tak sempat merapikan rambut hitamnya yang hampir panjangnya mencapai pantatnya. Tangannya mengikat asal-asalan, yang penting tak menutupi wajahnya. Pikirnya.

Kemudian dia berlari ke bawah, suaranya menuruni tangga benar-benar seperti kaki monster menginjak tanah. Kyouko mendekati kursi di ruang tamu.

“Sho ... Sho ... bangun.” Kata Kyouko sambil menggoyangkan tubuh Shoutaro, teman kecilnya di rumah tempat ia tinggali sekarang. “Sho ... kita terlambat ... ayo, bangun!” desaknya lagi.

Shou pun bangun seraya mengucek-ngucek kedua matanya. Tangannya masih memeluk gitarnya dan terlihat pula kertas coret-coretan lirik lagu masih berantakan di lantai.

“Kenapa kau ribut, sih? Memang sekarang jam berapa?” tanyanya jengkel.

“Jam 09.00. Ayo, mandi! Kita harus berangkat sekolah, kalau tidak cepat-cepat kita akan telat, Sho.” 
Pintanya dengan sangat karena Kyouko tak sekalipun pernah mau mengabaikan sekolahnya. Baginya pendidikan adalah hal penting setelah makan agar bisa hidup.

“Iya! Iya, berisik!” Masih sangat mengantuk, Sho pun menuju kamar mandi.

_Di tengah jalan_

Mobil Ren Tsuruga melaju kencang. Ini bukan karena kebiasaan, tapi karena memang moodnya sedang bermasalah. Ternyata Presdir memang punya rencana terhadapnya. Dari pertama ia heran kenapa ia harus ke Yamanashi selain bukan karena ia mendapat peran sebagai guru di dalam drama barunya. Ia harus belajar sebagai guru yang baik selama di sekolah itu. Tadinya ia pikir hanya sekitar tiga hari atau setidaknya seminggu untuk berada di Yamanashi. Tapi, baru saja Pak Yashirou mendapa telepon dari Presdir bahwa waktunya diperpanjang selama satu bulan.

Pada  bulan  April  udara  sudah  semakin  hangat,  walaupun  di  daerah  Hokkaido  dan  Tohoku masih  ada  sisa-sisa  salju.  Di  daerah  utara  yaitu  daerah  Kanto,  bunga  sakura  sudah  mulai berkembang.

Pada tanggal 1 April di seluruh Jepang adalah hari untuk mulai lagi beraktifitas. Para pelajar memasuki tahun ajaran baru, dan para karyawan mulai bekerja  pada  tahun anggaran baru. Pada tanggal 29 April disebut Midori no hi dan pada hari tersebut merupakan libur nasional.

Pada  bulan  April  ada  yang  disebut  O- hanami.  O-hanami  adalah  tradisi  musim  semi  untuk melihat  bunga  sakura.  Bunga  sakura  mulai  berkembang  dari  daerah  yang  hangat  yaitu  dari Okinawa, kemudian Kyushu, Shikoku dan Honshu. Sedangkan di Hokkaido mulai berkembang pada awal bulan Mei. Apabila bunga sakura berkembang orang-orang membawa o-bento, dan osake  tempat  sakura  berkembang.  Di  bawah  pohon  sakura  banyak  orang-orang  yang  makan, minum,  jalan-jalan,  menari-nari  dan  bernyanyi  bersuka  ria.  Kurang  lebih  satu  minggu  bunga sakura berkembang.

“Aku lupa betapa panasnya Tokyo.” Kata Ren sambil menatap keluar jendela mobil seraya memandangi bunga sakura yang berkembang sepanjang jalan yang ia lalui. Tempat yang ia tuju memang dibilang jauh dari pemukiman warga.

“Kau bilang apa, Ren?” tanya Yashirou yang duduk di sampingnya sekaligus terpesona dengan pemandangan di depannya langsung memandangnya begitu Ren mengatakan sesuatu.

Ren hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak. Tidak apa-apa, Pak Yashirou.” Jawabnya.

Pak Yashirou menatapnya bingung.

“Apa jadwalku untuk hari ini?”

Pak Yashirou langsung membuka nota kecilnya yang berisi susunan jadwal Ren. Tangan kirinya membenahi kacamatanya lalu membolak-balik notanya. Dengan teliti ia membaca dan mempelajari tulisan-tulisan tangannya
.
“Begitu sampai kita harus menghadap Kepala Sekolah, lalu mereka akan mengajak kita keliling sekolah agar memungkinkan kita agar tak tesesat dan paham lingkungan maupun situasi sekolah tersebut. Kita takkan menginap di hotel tapi kita akan menginap di salah satu asrama sekolah.” Pak Yashirou menutup catatannya seraya membenahi kacamatanya. “Yah, anggap saja sebagai perkenalan, Ren.”

Duakk! Ciiit!!

Tiba-tiba saja, mobil berhenti mendadak. Pak Yashirou langsung menatap Ren, Khawatir. “Kau baik-baik saja, Ren? Ada apa?” tanyanya dengan wajah pucat.

“Ya. Maaf, sepertinya ... aku menabrak seseorang.” Jawab Ren.

“Menabrak seseorang?!” seru Pak Yashirou dengan nada panik.

Ren langsung keluar dari mobilnya sedang Pak Yashirou menurunkan kaca mobilnya. Ren menuju ke arah depan mobilnya. Di sana ia menemukan seorang gadis sedang terduduk menatap sekelilingnya dengan mata liar. Sepasang tangannya membersihkan debu-debu di sekitar roknya masih dalam posisi duduk di atas jalan raya. Bawaannya berantakan di tengan jalan. Dari isi tas sekolahnya keluar dari wadahnya.

“Kamu tidak apa-apa?” tanya Ren ramah bercampur kecemasan takut terjadi apa-apa pada gadis itu. Mungkin jika gadis itu terhitung menganggap ini kecelakaan sengaja atau tidak maka Ren harus bersiap-siap harus berhadapan dengan jalur hukum. Atau gadis itu akan berdamai dengannya. Semoga dia tak apa-apa. Doanya dalam hati seraya membantu membenahi barang-barang gadis itu.
Tapi gadis itu bukannya menjawab pertanyaan Ren malah balik melotot ke arah Ren. Bagi Ren, ini pertama kalinya dirinya melihat warna mata gadis Jepang begitu jernih dan murni seperti warna salju. Warna mata gadis itu sedikit abu-abu biru. Potongan rambutnya hitam panjang dengan sedikit poni di dahinya merupakan ciri khas gadis Jepang.

“Hei, kau!! Jangan mentang-mentang ini jalan umum, kau seenak perutmu main tancap gas sesukamu tanpa melihat orang lagi jalan. Kau pikir ini jalan nenek moyangmu, ya!” teriak gadis itu tiba-tiba membuyarkan lamunan Ren seketika. Wajahnya tampak marah besar.

Teriakan gadis itu membuat Pak Yashirou langsung turun dari mobil penuh kekhawatiran. “Ren, apa yang terjadi? Apa dia terluka?”

“Tak apa-apa, Pak Yashirou.” Dengan wajah tenang, Ren menatap gadis bermata abu-abu biru tadi, “Kalau begitu ... aku minta maaf nona. Aku sama sekali tak bermaksud ataupun sengaja menabrakmu. Tapi kalau boleh menyarankan, sebaiknya kau belajar berjalan agak minggir munkin sekitar dua meter dari tengah jalan agar terhindar dari kendaraan dan jangan melompat sembarangan ke tengah jalan. Kebiasaan yang tiba-tiba melompat di depan mobil yang sedang berjalan, suatau hari nanti ... pasti akan membahayakan nyawamu sendiri, nona.”

Setelah mengucapkan kalimat itu, Ren menatap penuh senyuman ke arah gadis yang masih terduduk di tengah jalan. Ren memang melihat gadis itu mencoba menyebrang jalan tanpa melihat sekitarnya.

“Hei, kau brengsek! Apa ini caramu minta maaf pada orang yang baru kau tabrak?” tanya gadis itu dingin. “Aku paling benci pada orang kaya sombong dan tak tahu aturan semacam kau ini. Ada juga ya orang sepertimu di Jepang ini.”

Ren spontan menatapnya tajam dengan penuh kesinisan. “Apa ini juga caramu bicara ala orang Jepang pada orang yang berniat minta maaf? Dengan berteriak penuh kemarahan seperti gadis tak tahu aturan dan tata krama seperti yang dibanggakan Jepang selama ini? Ada juga ya gadis sepertimu di Jepang ini.” Balasnya sadis.

Kau terlalu kejam, Ren. Bagaimana mungkin kau bicara begitu pada seorang gadis. Kalau itu terjadi pada beberapa artis yang tak punya loyalitas dan komitment, aku sih tak masalah. Kata Pak Yashirou dalam hatinya.

Secara tiba-tiba gadis itu mencengkram kerah leher Ren yang menatapnya kebingungan, dan tanpa basa-basi, gadis itu memukul wajah Ren sambil berteriak, “Aku benci pada cowok yang tak bisa menghormati wanita di dunia ini!!”

Pukulan gadis itu membuat Ren, yang sama sekali tak siap malah terhuyung-huyung ke belakang. Mulut Pak Yashirou yang nyaris tak bisa kembali ke rahangnya otomatis terbuka. Dirinya pun hanya bisa berdiri memandang Ren mendapat pukulan telak dari seorang gadis yang baru saja ditemui mereka. Ekspresinya pucat.

Ya Tuhan ... Apa ... Apa yang terjadi?

Gadis itu langsung memanfaatkan kesempatan untuk lari setelah mengambil barang-barangnya. Baru beberapa detik bayangannya lansung menghilang di telan kabut bukit pagi saat itu.

“Ren? Kau tak apa-apa? Bagaimana ... bagaimana dengan wajahmu?” tanya Pak Yashirou cemas setengah hidup karena wajah penting bagi seorang bintang Jepang kelas atas semacam Ren Tsuruga. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Pak Yashirou masih tak percaya apa yang baru saja di lihatnya. Seorang gadis asing menonjok Ren Tsuruga, aktor kelas atas Jepang. Apa gadis itu tak punya televisi atau hp atau radio atau apapun itu? Bagaimana mungkin tak ada yang mengenali Ren Tsuruga?

Ren kembali memasang wajah gentle man-nya. Pak Yashirou menatap Ren antara kasihan, geli, cemas, dan pucat menghela napas panjang. Baru kali ini kulihat aktor sekaliber Ren Tsuruga ditonjok seorang gadis. Kasihan sekali. Apa kata orang-orang nanti jika tahu tentang ini?

Perlahan Ren mengusap bibirnya yang mulai membengkak.

XXXXXXX

Kamis, 20 Maret 2014

Rätselhaft (misteri)


Kurasakan hari ini tetap sama seperti terakhir aku pergi
Tak bisa kubaca rahasia jiwa ini yang mulai kehilangan hati
Di sudut hatiku tetap kosong
Tetap sunyi tanpa cinta
Kau pergi tanpa kata, aku takkan pernah melihatmu selamanya
Semuanya tetap sama seperti kau menjauh dan semakin tak kulihat
Bersmbunyi jauh dalam keramaian dunia yang kutakuti
Aku takkan menjamah dunia tempatmu berada
Selamanya aku takkan menyapamu andai kita bertemu
Aku takkan melihatmu saat kau mulai tersenyum dalam nyatamu
Karena aku hanya mimpi yang hanya melintas khayalanmu
Aku ingin kau melupakanku dan jangan pernah mengingatku kembali
Anggaplah aku hanya misteri
Tinggalkan aku dalam sudut kesedihanku
Karena sungguh aku takut hanya dalam ketakutanku
Aku tak punya tempat di duniamu meski hanya sedikit
Tinggalkan aku, menjauhlah dariku, selamanya jangan ingat diriku
Airmata ini yang akan melindungiku menyingkirkan segala kesulitanku untuk tertawa
Lukaku yang akan menyembuhkan sakitku padamu
Biarkan aku sendiri  menikmati misteri hatiku


Yang Bukan Segalanya

Sendiri melawan arus bukanlah urusan mudah. Apa mau dikata, setiap hati harus memilih dan melakukan apapun keinginan mereka dengan sadar atau tidak tentang hakikat hidupnya masing-masing.

Ya! Bukankah setiap orang berhak memilih jalan hidupnya masing-masing? Ini hak asasi, ini otonomi diri. Terkadang bukan hanya mata saja yang dibutuhkan untuk melihat, namun hati juga diperlukan sebagai kontrol serta penyeimbang. Lucu memang berada di tengah parodi manusia-manusia urban yang hidup bak sapi perah bagi ambisi dan gengsi mereka sendiri.

Kebahagian bukan selamanya tentang materi. Terkadang bahagia itu tak terlihat oleh aksesoris duniawi, karena bahagia itu hubungannya dengan hati. Dengan kesederhanaan pun kalau kita mau bahagia juga bisa datang. Materi memang bisa membuat orang senang, namun belum tentu ia akan merasa bahagia. Bahkan untuk melihat sesorang menjadi bahagia dengan mata saja tidaklah cukup. Apa yang terlihat oleh mata belum tentu sama dengan apa yang dirasakan di dalam hati. Harta yang melimpah pun tak akan sepenuhnya membawa kebahagiaan yang sempurna.

Naïf bukan cara berpikirku selama ini?

Ya! Aku memang naif! Aku hidup dengan pikiran yang terlalu dangkal bagi kebanyakan orang. Banyak orang bertanya, “Kau bisa meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan kau bisa mendapat pekerjaan yang layak. Ibumu mau membantu keuangan pendidikanmu secara keseluruhan dan kau hanya fokus pada kuliahmu atau kau bisa ambil kerja part-time. Siapa tahu kau jadi pegawai negeri atau bisa membuka usaha kelak.”
Ya! Aku bisa dan aku yakin aku dapat melakukannya. Tapi aku takkan melakukannya.
Cukup sulit ‘kan membaca pikiranku? Mungkin atau bisa jadi bagi kalian. Sampai-sampai aku merasa kesal mendengar ocehan orang yang membanggakan anak-anak mereka yang mendapat title tinggi, S1 atau S2.

Kurenungkan lebih mendalam. Hampir seratus persen batin dan fikiranku membenarkannya. Namun tidak dalam segala hal, sebab kehidupan tak bisa terlepas dari garis-garis takdir yang telah Tuhan bentangkan untuk masing-masing orang. Tidak semuanya mesti berbeda lebih baik hanya karena keputusan untuk melanjutkan pendidikan. Beda dalam hal tingkah laku, pengetahuan dan cara pandang itu harus. Tapi berbeda dalam hal materi, ekonomi dan kedudukan duniawi itu menyangkut takdir orang masing-masing yang katanya sudah digariskan Tuhan ketika masih dalam kandungan. Orang-orang yang tak pernah masuk sekolah atau kampus pun akan punya uang banyak jika rezekinya memang banyak. Demikian pula orang kuliah yang pandai setinggi langit pun jika rezekinya hanya sedikit, tetap saja sedikit meski sudah diusahakan dengan berdarah-darah.

Ya! Aku memang orang yang hanya pasrah pada nasib dan tak mau merubahnya menjadi lebik baik.
Berkali aku makan sepiring berdua dengan Ibuku, bukan karena ngirit nasi atau malas cuci piring mengingatkanku pada kepahitan hidup seorang wanita yang hidup sendiri. Seolah tak punya sanak saudara atau suami dan anak. Tapi beliau memiliki semua, suami dan anak-anaknya. Tapi beliau menyingkirkan mereka semua dalam pandangan matanya.

Ya! Ibuku adalah seorang janda. Janda yang di cemooh suami dan ditinggal anak-anaknya. Wanita yang di tiadakan oleh saudara-saudaranya.

Ibuku adalah wanita yang keras dalam pendidikan keluarga. Anggap saja wanita otoriter dan kejam bagi anak-anaknya. Wanita yang membangkang bagi suaminya. Seorang Ibu yang malang bagiku.

Kenapa Ibuku di cemooh suaminya? Karena suaminya tak bertanggung jawab dan mengabaikan kewajibannya terhadap istri dan anaknya. Tenang menghanyutkan, itulah sifat bapakku. Ibuku bekerja banting tulang menggantikan posisi suaminya hanya demi anak-anaknya dapat meneruskan hidup kelak. Suaminya tak terima karena penghasilan istrinya bisa menghidupi anak-anaknya. Tapi dia tak mau berpikir bagaimana caranya agar dia bisa menafkahi keluarganya. Dia pun tak mau repot untuk mengurus anaknya sekolah yang semua biaya di tanggung sang istri. Suami mencemooh istrinya karena lebih bisa menafkahi keluarganya daripada dirinya.
Kenapa Ibuku di tinggal anak-anaknya? Bagi Ibuku, shalat adalah hal yang utama dalam kehidupan. Belajar Al Qur’an bisa menerapkan anak-anaknya dalam bimbingan Illahi. Puasa adalah kewajiban setahun sekali. Sedekah adalah awal dari tabungan kekayaanmu kelak. Berdoa dan berusaha. “Jangan pernah meminjam barang milik orang lain atau dikasihani orang lain. Jika kau mau sesuatu, makan kau harus membelinya sendiri. Kalau kau tak bisa, maka menabunglah untuk bisa membelinya. Kalau kau tak punya uang, maka tunggulah hingga kau kau mampu menghasilkan uang atau bekerja dengan halal. Karena tak ada sesuatu yang manusia berikan kepadamu selain simpati.” Ya! Begitulah kata Ibuku. Tapi begitu melihat anak-anaknya yang tumbuh dan besar dengan cara berpikir yang ‘instan’, beliau menganggap bahwa memang sudah ‘keturunan’ dari bapaknya yang pemalas dan ‘instan’.

Kenapa shalat? Karena pertama kali yang ditanyakan waktu mati adalah shalat. Kenapa Al Qur’an? Karena kau mampu belajar tentang semua ilmu pengetahuan dunia akhirat dari membacanya. Kenapa puasa? Karena kau bisa merasakan penderitaan orang-orang yang tak mampu makan. Kenapa sedekah? Karena kau miskin, miskin amal dan banyak dosa.

Kenapa aku bilang ‘keturunan’? Ya! Beliau suka berjudi. Dan kalian tahu uang yang dihasilkan dari berjudi. Haram! Dan tahukah kalian jika uang haram yang dijadikan konsumsi anak-anak mampu membentuk darah dan daging, yah ... mungkin juga pertumbuhan otak juga berpengaruh kali. Benar. Anak-anak Ibuku tumbuh dewasa dengan uang haram.

Kenapa anak-anaknya tak bisa di cegah untuk mengkonsumsi uang haram itu? Ingat kata-kataku di atas. Suami tenang menghanyutkan dan istri yang otoriter. Paduan yang bagus. Kurasa, sih otak anak-anaknya dapat sifat dua-duanya tuh. Otak anak-anaknya hanya uang, uang dan uang karena kebanyakan konsumsi uang haram dari bapaknya hingga putra-putrinya mampu melakukan apapun demi mendapatkan uang. Mencuri milik Ibunya, saudara-saudaranya, temannya atau orang lain aku tak tahu, misalnya.

Hanya orang-orang bodoh menurutku yang rela mengorbankan semuanya demi uang. Mengorbankan kasih sayangnya, mengorbankan waktunya. Mereka seperti menjual diri mereka pada keping rupiah. Mereka rela bersilat lidah hanya demi mendapat simpati orang lain. Bersilat lidah membicarakan aib sendiri maupun orangtuanya yang jauh dari kenyataan, sungguh hina. Dan setelah mendapat simpati dan berteman akrab, apa yang mereka lakukan? Mereka memeras teman-temannya. Kasihan sekali. Turut berduka cita saja, deh.

Sungguh bodoh sekali! Setidaknya bagiku. Mungkin bagi kalian berbeda.

Berbagai hal yang bisa kupelajari salah satunya adalah belajar ihklas. Jika mereka tak bisa merubah sikap mereka dan bertindak sesuka hati dalam lumpur dosa, maka akupun bertindak sesuka hatiku. Aku akan jauh lebih baik jika aku melakukan semua sendiri dalam diam.
“Bersyukurlah pada yang telah mendzhalimimu,kerana dia yang telah menguji kesabaranmu. Bersyukurlah pada yang telah mengacuhkanmu,kerana dia yang menjadikanmu berdikari. Bersyukurlah pada orang yang menyakitimu,kerana dia yang membuatmu selalu tabah. Adakalanya kita perlu tertawa,agar kita tahu mahalnya nilai Air mata. Adakalanya kita perlu menangis,agar kita tau bahwa hidup ini bukan hanya untuk tertawa.” Itu ajaran Ibuku.

Kali ini giliranku. Aku hanya mampu diam di samping Ibuku dan hanya mendengar keluh kesahnya. Membantu sebisaku jika diminta, kadang jika dibantu pasti marah karena di anggap mengganggu. Waktunya bekerja ya kerja, waktunya shalat ya shalat, ngaji, bantuin kerjaan rumah, waktunya main ke rumah teman ya jangan lama-lama. Sering di miscall kalau lama-lama. Benar! Ibuku wanita yang keras, otoriter, kampungan, hebat sekaligus  mulia, tegar, atau apapun itu. Whatever! Jika ada kursi singgasana kerajaan di samping kemuliaan seorang Ibu, tak satupun anak-anaknya yang menginginkannya dan di biarkan kosong, maka akupun bersedia mengisinya. Istilah yang hebat. Bravooo!!
Jika orang lain sibuk bekerja dan kuliah demi tercapainya cita-cita dan membanggakan orangtua mereka dengan gelar yang hebat, aku berbeda dengan mereka. Aku ingin menghabiskan waktuku lebih banyak dengan Ibuku. Soal kerja, bisa di atur. Sola main, gampang. Soal jodoh, pesan saja sama Allah. Mudah ‘kan?

Kenapa begitu? Aku adalah anak perempuan. Baginya mungkin punya 4 orang anak, tapi yang di sisinya hanya satu. Ya, pasti tahu maksudku. Seolah hanya aku lah anaknya. Yang tinggal di sisinya saat ini. Berdua. Andai aku bekerja, waktuku hanya bekerja. Andai aku main, kulewatkan waktu bersama teman-temanku. Andai aku pergi menjauh, Ibuku sendiri di rumah. Aku ingin melewatkan waktu bersamanya hingga aku mendapatkan jodoh yang yang mampu mengimami aku, melewatkan waktu bersama di rumahku yang hanya berisi dua orang wanita. Bercanda dan saling menghibur di kala kami makan bersama. Memimpin shalat kami waktu tahajud. Mengisi hidup kami, seiring berjalan waktu hingga akhir hidup kami kelak bersama kembali datang kepada-Mu dengan ridha-Mu dan rahmat-Mu.

YA RABB Jadikanlah cinta dan rindu ini TULUS semata karena-Mu.. Dan hati hanya tertawan oleh-Mu. Ridhailah jiwa ini atas segala keputusan-Mu.