Kosa Kata Dalam Bahasa Jepang
Keluarga
oniisan, niisan, ani = kakak laki-laki (saya)
oneesan, neesan, ane, shimai = kakak perempuan
giri no ani = kakak ipar laki-laki
giri no ane = kakak ipar perempuan
otousan = ayah
haha, okaasan, hahaoya = ibu
mamahaha = ibu tiri
ojisan = paman
ojiisan = kakek
obasan = bibi
obaasan = nenek
oto = suami
Tempat
eigakan = bioskop
tatemono = bangunan
ginkoo = bank
teryuujo = terminal
byooin - rumah sakit
koojoo = pabrik
eki = stasiun
depaato = toko serba ada
yuubinkyoku = kantor pos
resutoran = restoran
mura = kampung.desa
kuni = negeri
hoteru = hotel
machi = kota
mise = toko
0-taku = tempat tinggal
biru = bangunan
gekijoo = teater
-joo = lapangan,tempat
Makanan
sato = gula
gyuunyuu = susu sapi
Profesi
profesi (shoukugyou) / pekerjaan (shigoto)
isha = dokter
gunjin = tentara
sensei = guru / dosen
seito = pelajar
mahasiswa = daigakusei
kagakusha = ilmuwan
gaka = pelukis
kenchikuka = arsitek
seijika = politisi
kaishain = pegawai kantor
ginkouin = pegwai bank
kashu = penyanyi
sarariman = orang gajian
senshu = atlit
kenji = jaksa
annaisha = petunjuk jalan
junsha = polisi
doroobo = pencuri
shoonin = pedagang
hisho = sekretaris
noomin = petani
daisensei = dosen
eigyooka = seksi penjualan
ka-choo = kepala seksi
eigyoo = bisnis
-ka = seksi ( lebih rendah dari -bu)
-choo = kepala -
Kendaraan (kuruma)
hikooki = kapal terbang
kisha = kereta api
jidosha = sepeda
Pakaian
nekutai = dasi
kutsu = sepatu
kutsushita = kaos kaki
booshi = tamu
megame = kacamata
zubon = celana
Kata benda
booshi = topi
jiten = kamus
megane = kacamata
jibiki = kamus
hankachi = saputangan
haizare = asbak
zasshi = majalah
mura = kampung
hondana = rak buku
heya = kamar
naifu = pisau
ki = pohon
tegami = surat
kuruma = kendaraan
hasami = gunting
yama = gunung
empitsu = pensil
hana = bunga
shashin = potret
hagaki = kartu pos
nooto = catatan
sato = gula
keisan-ki = mesin hitung
rokkaa = loker
karendaa = kalender
mizu = air
kuuki = udara
-joo = lapangan
atari = tetangga
machi = kota
doo = bagaimana
koozoo = susunan
katsu = menang
tsuzuki = lanjutan
taiya = ban
renga = batubata
tatemono = bangunan
tookei = statistik
yuki = salju
yuuki = keberanian
kookoo = kebaktian
doro = lumpur
dooro = jalan
ryokoo = perjalanan
kyaku = tamu
otto = bunyi
undoo = olahraga
antei = kestabilan
bunmei = civilisasi
sangyoo = industri
nyusu = berita
jama = gangguan
joodan = lelucon
kazu = jumlah bilangan
zoosen = pembuatan kapal
juushoo = alamat
Kata Sambung
shikashi = tetapi
Kata Keterangan suatu tindakan
hakkiri (to) = secara jelas
soro-soro (to) = sedikit demi sedikit
sukkiri (to) = segar
bata-bata (to) = dengan tergesa-gesa
don-don (to) = semakin cepat
ira-ira (to) = tak sabar, menjengkelkan
ukkari (to) = tidak hati-hati
pittari (to) = cocok,persis
para = pera = sangat pintar
waza-waza = secara khusus melakukan untuk orang lain
yuttari shita = longgar,tidak terburu buru
contoh:
ano shirase ga hakkiri shitte imasu ka? apakah anda tahu beritaitu secara jelas?
Kobayashi-san wa wazawaza watashitachi o manete imasu. Pak Kobayashi secara khusus mengundang kita.
kore wa yuttari-shita shigoto desu ne. Itu pekerjaan yang santai khan.
mou soro soro bounenkai desu yo. = sudah hampir perayaan akhir tahun lho.
yamada-san itsumo bata-bata hataraite imasu.= Pak yamada selalu bekerja dengan terburu-buru.
kodomotachi wa genzai dondon otona ni narimasu. anak-anak sekarang ini cepat menjadi dewasa.
Percakapan
Perkenalan (shookai )
minako = Ohayoo gozaimasu
suzuki = ohayoo gozaimasu
minako = hajimemashite. Watashi wa minako desu. doozo yoroshiku
suzuki = kochirakoso doozo yoroshiku. watashi wa suzuki desu
minako = anata wa nihon-jin desu ka?
suzuki = iie, watashi wa nihonjin dewaarimasen
watashi wa indonesia-jin desu
anata mo nihon-jin desu ka?
minako = hai soo desu.
suzuki = watashi wa daigaku-sei desu . anata mo daigaku - sei desu ka?
minako = hai , soo desu . daigaku no sannen-sei desu
anata wa nan nen-sei desu ka?
suzuki = watashi wa ichi nen-sei desu.
terjemahan :
minako = selamat pagi
suzuki = selamat pagi
minako = perkenalkan , saya adalah minako . senang berjumpa dengan anda
suzuki = sama-sama ( senang berkenalan dengan anda juga) . saya adalah suzuki
minako = apakah anda orang jepang ?
suzuki = bukan, saya bukan orang jepang
saya orang indonesia
apakah anda juga orang jepang?
minako = ya benar
suzuki = saya adalah seorang mahasiswa. Apakah anda juga mahasiswa?
minako = ya, benar. saya di tahun ketiga di universitas
anda di tahun ke berapa?
suzuki = saya di tahun ke satu
*) catatan :
hajimemashite = diucapkan saat pertemuan yang pertama kali dengan seseorang dengan maksud perkenalan
kosa kata :
ichinen-sei= first year
ninen-sei =second year
sannen-sei= third year
yonnen-sei =fourth year
doitsu-jin = orang jerman
-jin = orang
daigakuin = universitas
daigaku = college
Beberapa ucapan selamat untuk perayaan tertentu :
Shinnen omedetoo = Selamat tahun baru
Tanyoobi omedetoo = Selamat ulang tahun
Lbaran omedetoo = Selamat lebaran
Mengucapkan Terima Kasih
mengucapkan terima kasih ada beberapa cara, tergantung dengan siapa berterima kasih , apakah orang yang lebih
dihormati atau antar teman yang tidak resmi,
ada beberapa tingkatan :
doumo : secara singkat tidak formil
doumo arigatou: secara umum
doumo arigatou gozaimasu: secara formil
bila orang mengucapkan terima kasih , kita dapat membalas dengan mengatakan :
douitashimashite ( yang dapat berarti : terima kasih kembali )
contoh :
A : douzo(silahkan )
B : arigatou gozaimasu (terima kasih)
A : douitashimashite(sama-sama)
Salam Ketika Makan
sebelum makan , orang jepang mengatakan : Itadakimasu
dan sesudahnya ,mereka mengatakan : gochisou sama deshita
Salam Setelah Bekerja
A: otsukaresama deshita (salam setelah kerja)
B: Doumo mata ashita ( mari, sampai besok)
Salam Pengantar Kepergian
A : Itterasshai(salam pengantar kepergian)
B : ittekimasu( pergi dulu)
Salam Ketika Datang
A : tadaima (saya pulang)
B: Okaerinasai (salam menyambut kedatangan)
Maaf jika kurang memuaskan. Silahkan jika ada tambahan
Sabtu, 29 Maret 2014
Selasa, 25 Maret 2014
FF : Key Of The Twilight
.
.
.
Title : Key
Of The Twilight
Disclaimer : Skip
Beat is not mine. I just borrow the name.
Rate : M
Genre : Hurt, Humors, Romance
Warning : EYD
berantakan, OOC, rate M untuk dewasa
.
.
.
Cast
Kyoko Mogami
Ren Tsuruga
Shou Fuwa
Yukihito Yashiro
Kanae Kotonami
Hiou
Maria
Presdir Takarada
Subaru Sumeragi
Sakura Zukamori
Touya Kinomoto
Yue
Yuki Kajiura
.
.
.
Chapter One
I Talk To The
Rain
Kegelisahan, kedukaan dan air mata
adalah bagian dari sketsa hidup di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari
hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan hingga membuat
keresahan dan kebimbangan.
Kedukaan karena kerinduan yang teramat
sangat dalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada.
Jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam
serta isinya, bertanya, di manakah pasangan jiwa berada.
Lalu hati menciptakan serpihan
kegelisahan bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.
Ren
mengabaikan pertanyaan Pak Yashiro, “Pak Yashiro, aku sibuk. Jadi
katakan padaku maksud kedatanganmu ke sini? Kau bukan orang yang mau meluangkan
waktu hanya untuk bergosip denganku di sini, ‘kan?”
Yashiro Yukihito malah balik bertanya padanya yang dikenal sebagai orang
yang tak bisa dibaca apa yang ada di otaknya, “Sibuk? Sibuk pacaran maksudmu?”
Lalu ia terkekeh membayangkan cowok seperti Seshirou mau menggandeng tangan
seorang cewek saja sudah bikin orang jantungan apalagi pacaran. Ren bukan orang yang mudah didekati secara pribadi, terlalu banyak
kemisteriusan dalam dirinya. Keluarga ataupun kepribadiannya. “Kapan kau akan
mengenalkanku pada pacarmu itu, Ren?”
Alis Ren terangkat sambil tersenyum
tipis. “Aku tak tertarik. Lagipula sejak kapan Anda beralih profesi menjadi
wartawan infotainment?”
Pak
Yashiro hanya tertawa. “Hei, aku hanya bertanya.” Mata Pak
Yashiro sedikit melirik ke arah Ren.
“Kudengar
kakakmu akan menikah?” tanya Ren. Pak Yashiro hanya
mengangguk. “Hmm ... menikah, ya?”
“Ren, jangan lagi,” erang Pak Yashiro sambil
mendongakkan kepala. “Tak bisakah kau melupakan semuanya dalam sedetik.”
Pak
Yashiro mengerutkan
kening makin dalam. Dia tahu, dia takkan melakukannya. Tidak dalam seribu
tahun. Tidak, sebelum neraka berubah jadi sauna ataupun kutub es. Berkali-kali Pak Yashiro membujuk Ren untuk bersosialisasi dengan manusia sekitarnya, malah telinganya
hanya mendengar jawaban yang membuat seluruh kulitnya gatal. ‘Aku tak mau
repot-repot bergaul dengan manusia yang tak berguna bagiku dan bisanya hanya
menghujat orang lain’ jawabnya berulang kali.
Pak
Yashiro nyaris putus asa terlibat dalam pembicaraan seperti
ini. Perbincangan yang tak ada titik temu. Perbedaan cara memandang inilah yang
sering memicu pertengkaran kecil antara mereka berdua. Pak Yashirolah yang selalu tak puas pada kepribadian Ren. Dia bertemu pria yang menyusahkan dan agak sedikit menyesal
karena sudah bersusah payah selama ini hanya demi menjadi temannya. Hidupnya
benar-benar kacau, tepatnya tak menarik karena Ren tak
pernah bermasalah, terlalu perfect di mata semua orang kecuali satu hal. Orang
yang dingin.
Pak
Yashiro hanya bisa menebak, kemungkinan Ren pernah mengalami masa krisis dalam hidupnya. Sangat sulit
mencari orang yang bisa dipercaya, terutama sebagai kawan. Apalagi, zaman
sekarang yang dibanggakan bagi semua orang hanya tampil fleksibel sesuai
kebutuhan.
“Jangan pasang tampang begitu, Pak Yashiro. Aku tahu maksudmu.” Tegur Ren seraya
meneliti deretan kertas di hadapannya.
“Sudahlah, Ren. Besok biar aku yang mengantarmu ke sekolah,” putusnya.
“Tak apa. Aku masih sanggup, Pak Yashiro!” katanya sambil merebahkan diri di kursinya. Berharap bisa
melupakan kepenatannya.
Pak
Yashiro baru akan menjawab dengan pidatonya ketika
mendengar ponselnya berdering. Tebakanku, Sakuya yang menghubungiku. Namun,
nama yang tertera di layar ternyata berbeda. Telepon itu bukan dari kekasihnya,
melainkan Yuya, adiknya.
“Halo, kakak yang paling menyebalkan di
dunia! Apa kabarmu?” sapa Yuya girang. Suara tawa bergema dari seberang.
“Sepertinya adikku makin kaya. Suaranya
sangat beda,” goda Pak Yashiro.
“Tentu saja. Kalau tidak kaya, untuk apa
aku bekerja keras selama ini?” balasnya.
Ren sibuk mencoret-coret kertas di hadapannya tak memedulikan
obrolan kakak-beradik itu. Yah, setidaknya dia tak perlu bekerja keras kalau
ingin jadi orang kaya seperti dalam obrolan dua orang itu.
-Di dalam kantor Presdir Takarada-
"Apa yang Anda mau bicarakan,
Presdir?" aktor berambut hitam bertanya penuh rasa ingin tahu.
Presdir Takarada, dalam kostum Raja
Prancis, menyeringai licik yang membuat Ren lebih penasaran.
"Apa yang Anda coba rencanakan?"
tanyanya dan memberi Presdir peringatan.
"Kita akan membahas tentang
bagaimana cara mengubah hidupmu dalam waktu singkat" ia hanya berkata
sambil mempelajari reaksi Ren. "Kau tak perlu khawatir, Ren. Aku mengerti
kau benar-benar ingin mencintai seseorang tapi tolong berhenti mengancamku. Kau
hanya akan menakut-nakutiku sampai mati
dan semua wanita akan terus menghindarimu untuk selamanya." Presdir
menangis tersedu-sedu. "Mereka akan mulai membencimu dan meninggalkanmu
untuk selamanya jika kau tidak menjaga sikapmu." Presdir menambahkan saat
ia mencoba untuk menggodanya tanpa henti.
"Bisakah Anda berhenti
bersandiwara? Siapa yang bilang bahwa aku ingin mencintai seseorang?" ia
memandang penuh rasa bosan pada Presdir.
"Kau bisa menipu siapa pun,
Ren... tetapi kau tidak bisa membodohiku. Bahkan kau tidak bisa menyembunyikan
dari manajermu, yang juga menyadari perasaanmu padanya." balas Presdir.
"Katakan apa pun yang Anda
inginkan, Presdir." Dia marah.
"Ren, kau gagal dalam
menunjukkan kasih sayangmu pada wanita yang kau cintai. Kau mungkin telah
melampaui Katsuki di Tsukigomori tapi masih saja ... ” mimik wajah Presdir
seakan tertawa dan mengejek Ren “.... KAU GAGAL DALAM CINTA dikehidupan nyata!
Tak heran kekasih-kekasihmu meninggalkanmu sebelum mendapatkan cintamu!"
Presiden menunjuk Ren, memberinya jempol ke bawah.
"Presdir, bisakah Anda berhenti
mencampuri kehidupan pribadiku? Aku mampu menangani masalahku sendiri."
Ren berkata penuh kejengkelan.
"Hhhmm, kalau dipikir-pikir,
kurasa kau harus dapat terapi khusus untuk kasus percintaanmu itu." Dia
tersenyum pada dirinya sendiri.
"Jadi, Anda mencoba untuk
mengatakan bahwa aku harus meminta psikiater untuk membenahi otakku agar penuh
dengan cinta, begitu? Mencari kekasih? Benarkan, Presdir?" tanyanya tegas.
"Tidak!" Presiden menjawab
seru.
"Eh?" Ren melihat Presdir
bingung.
"Mungkin lebih baik bagi aku
menempatkanmu di suatu tempat agar kau bisa belajar mencintai seseorang!"
Presiden menunjuk Ren dengan kilatan nakal di matanya.
Butuh waktu untuk Ren memproses
kata- kata Presdir sampai ...
"Tidaaaak!" Ren mental
berteriak ngeri dengan tangannya mencoba menarik rambutnya keluar.
XXXXXXX
Bagaimana jika ... mereka bertemu dengan
cara yang berbeda? Apakah dia masih bisa mencintai dengan benar dan akankah ia
membiarkan dirinya dianggap sebuah kemewahan cinta meskipun banyak rintangan?
Roda mencicit ketika dia menariknya
sepanjang jalan hutan basah dan dia melakukan yang terbaik untuk mengabaikan
suara bising yang tampaknya lebih keras dari suara kendaraan mewahnya. Lengan
kurus yang mulai memarahi dirinya sendiri untuk mengambil tindakan aneh dan
bodoh.
Panas matahari pagi ini terasa begitu
menyengat. Padahal baru jam delapan. Tapi panasnya bisa membuat jemuran kering
dalam sekejap. Lalu-lalang manusia begitu membuat pusing kepala. Kemacetan di
jalan-jalan kota tampak seperti antrian BBM gratis. Asap kendaraan menambah
nafas kian sesak.
Prefektur Yamanashi merupakan salah
satu dari sedikit prefektur di Jepang yang terkurung dan di kelilingi daratan,
berbatasan dengan Tokyo, Prefektur Kanagawa, Saitama, Shizuoka, dan Nagano.
Sekitar 80% dari wilayah Prefektur
Yamanashi merupakan daerah bergunung-gunung, Gunung Fuji di
sebelah selatan, Pegunungan Akaishi (Minami
Alps) di sebelah barat, GUnung Yatsugatake di
sebelah utara, dan Pegunungan Okuchichibu di
sebelah timur.
Prefektur
Yamanashi memiliki berbagai tujuan wisata, Gunung Fuji, Lima Danau Fuji, taman
bermain Fuji Q-Highland, perkebunan anggur serta pengilangan anggur (winery),
kota Kofu, kuil Erin-Ji, dan kuil Kounji.
Kota Kofu merupakan Ibu Kota
Prefektur Yamanashi yang terdapat tim sepak bolanya juga.
SMA Seijo merupakan
sekolah paling ngetop dengan segudang prestasi akademik maupun non-akademik di
Kofu. Termasuk sekolah termahal di daerahnya. Hanya orang tua beruang yang bisa
memasukkan anaknya ke sekolah bergengsi itu. Tapi SMA Seijo juga menerima
anak-anak ekonomi menengah ke bawah yang berprestasi tinggi.
SMA
Seijo atau tepatnya Akademi Seijo memiliki yayasan terbesar di Kofu. Sistem
pendidikan di Jepang hampir sama dengan Indonesia. Pertama, Sho^ gakko^ (SD),
ada 6 kelas dari kelas satu sampai enam. Anak umur 6 tahun harus masuk SD kelas
satu. Di Jepang pelajaran/semester baru mulai pada bulan April. Hal ini sama
dari SD sampai universitas. Bulan April musim menjadi hangat, berbunga Sakura.
Setiap tahun, anak umur 6 masuk SD disambut bunga sakura. Seijo memiliki
sederetan pohon Sakura. Mereka tamat pada umurnya 12.
Kedua, Chu^ gakko^ (SMP). Ada 3 kelas dari kelas
satu sampai tiga. Muridnya umur 12 sampai 15.
Ketiga, Ko^to^ gakko^(SMA). Ada 3 kelas dari kelas
satu sampai tiga. Muridnya umur 15 sampai 18. SMA itu ada macam-macam. SMA
kesenian, SMA teknologi, SMA pertanian, SMA perikanan, SMA perdagangan, dll.
Kemudian, ada Daigaku (universitas) atau Tanki
Daigaku (junior college). Daigaku ada 4 kelas (terdiri dari 8 semester) dan
Tanki Daigaku 2 kelas (terdiri dari 4 semester).
Untuk lulus ujian masuk universitas yang berkualitas
agak susah. Kalau gagal ujian masuk, satu atau dua tahun belajar lagi untuk
lulus (ujian masuk 1 tahun 1 kali saja). Di Jepang juga ada semacam UMPTN.
Untuk masuk universitas negeri, harus ikut ujian ini. Memang untuk S2 dan S3
tidak ada semacam UMPTN. Biaya sekolah universitas swasta dua kali atau tiga
kali lebih mahal daripada negeri. Universitas swasta, fakultas natural science
biaya sekolahnya lebih mahal daripada fakultas lain. Yang paling mahal fakultas
kedoktoran. Universitas negeri tidak ada bedanya biayanya tergantung fakultas.
Pagi ini, upacara
pembukaan. Banyak juga anak-anak yang terlambat mengikuti upacara pembukaan.
Dari barisan kelas sepuluh bagian belakang terdengar suara agak berisik. Ada
yang menyusup agar tidak ketahuan guru piket.
_Di kediaman keluarga
Fuwa_
Ekspresi Kyouko terlihat
kosong. Perlahan ia sadar apa yang ada dalam genggamannya. Jam alarm.
08.45
Huwaaaaaaaaa!!!!!
Kemudian Kyouko mengambil
handuk dan pakaiannya yang ada dalam lemarinya lalu keluar kamarnya menuju
kamar mandi.
Tak lama Kyouko keluar
dari kamar mandi dengan seragam sekolahnya. Kemeja putih dengan ikatan dasi
merah berpadu putih kotak-kotak di kerah bajunya sama seperti corak roknya yang
di atas lutut. Belakang roknya terikat pita agak panjang berwarna merah juga
semakin membuatnya terlihat gadis lugu. Tangannya menyambar jas di atas kursi
belajarnya.
Kyouko tak sempat
merapikan rambut hitamnya yang hampir panjangnya mencapai pantatnya. Tangannya
mengikat asal-asalan, yang penting tak menutupi wajahnya. Pikirnya.
Kemudian dia berlari ke
bawah, suaranya menuruni tangga benar-benar seperti kaki monster menginjak
tanah. Kyouko mendekati kursi di ruang tamu.
“Sho ... Sho ... bangun.”
Kata Kyouko sambil menggoyangkan tubuh Shoutaro, teman kecilnya di rumah tempat
ia tinggali sekarang. “Sho ... kita terlambat ... ayo, bangun!” desaknya lagi.
Shou pun bangun seraya
mengucek-ngucek kedua matanya. Tangannya masih memeluk gitarnya dan terlihat
pula kertas coret-coretan lirik lagu masih berantakan di lantai.
“Kenapa kau ribut, sih?
Memang sekarang jam berapa?” tanyanya jengkel.
“Jam 09.00. Ayo, mandi!
Kita harus berangkat sekolah, kalau tidak cepat-cepat kita akan telat, Sho.”
Pintanya dengan sangat karena Kyouko tak sekalipun pernah mau mengabaikan
sekolahnya. Baginya pendidikan adalah hal penting setelah makan agar bisa
hidup.
“Iya! Iya, berisik!”
Masih sangat mengantuk, Sho pun menuju kamar mandi.
_Di tengah jalan_
Mobil Ren Tsuruga melaju
kencang. Ini bukan karena kebiasaan, tapi karena memang moodnya sedang
bermasalah. Ternyata Presdir memang punya rencana terhadapnya. Dari pertama ia
heran kenapa ia harus ke Yamanashi selain bukan karena ia mendapat peran
sebagai guru di dalam drama barunya. Ia harus belajar sebagai guru yang baik
selama di sekolah itu. Tadinya ia pikir hanya sekitar tiga hari atau setidaknya
seminggu untuk berada di Yamanashi. Tapi, baru saja Pak Yashirou mendapa
telepon dari Presdir bahwa waktunya diperpanjang selama satu bulan.
Pada bulan
April udara sudah
semakin hangat, walaupun
di daerah Hokkaido
dan Tohoku masih ada
sisa-sisa salju. Di
daerah utara yaitu
daerah Kanto, bunga
sakura sudah mulai berkembang.
Pada tanggal 1 April di
seluruh Jepang adalah hari untuk mulai lagi beraktifitas. Para pelajar memasuki
tahun ajaran baru, dan para karyawan mulai bekerja pada
tahun anggaran baru. Pada tanggal 29 April disebut Midori no hi dan pada
hari tersebut merupakan libur nasional.
Pada bulan
April ada yang
disebut O- hanami. O-hanami
adalah tradisi musim semi
untuk melihat bunga sakura.
Bunga sakura mulai
berkembang dari daerah
yang hangat yaitu
dari Okinawa, kemudian Kyushu, Shikoku dan Honshu. Sedangkan di Hokkaido
mulai berkembang pada awal bulan Mei. Apabila bunga sakura berkembang orang-orang
membawa o-bento, dan osake tempat sakura
berkembang. Di bawah
pohon sakura banyak
orang-orang yang makan, minum,
jalan-jalan, menari-nari dan
bernyanyi bersuka ria.
Kurang lebih satu
minggu bunga sakura berkembang.
“Aku lupa betapa panasnya
Tokyo.” Kata Ren sambil menatap keluar jendela mobil seraya memandangi bunga
sakura yang berkembang sepanjang jalan yang ia lalui. Tempat yang ia tuju
memang dibilang jauh dari pemukiman warga.
“Kau bilang apa, Ren?”
tanya Yashirou yang duduk di sampingnya sekaligus terpesona dengan pemandangan
di depannya langsung memandangnya begitu Ren mengatakan sesuatu.
Ren hanya tersenyum kecil
sambil menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak. Tidak apa-apa, Pak Yashirou.”
Jawabnya.
Pak Yashirou menatapnya bingung.
“Apa jadwalku untuk hari
ini?”
Pak Yashirou langsung
membuka nota kecilnya yang berisi susunan jadwal Ren. Tangan kirinya membenahi
kacamatanya lalu membolak-balik notanya. Dengan teliti ia membaca dan
mempelajari tulisan-tulisan tangannya
.
“Begitu sampai kita harus
menghadap Kepala Sekolah, lalu mereka akan mengajak kita keliling sekolah agar
memungkinkan kita agar tak tesesat dan paham lingkungan maupun situasi sekolah
tersebut. Kita takkan menginap di hotel tapi kita akan menginap di salah satu asrama
sekolah.” Pak Yashirou menutup catatannya seraya membenahi kacamatanya. “Yah,
anggap saja sebagai perkenalan, Ren.”
Duakk! Ciiit!!
Tiba-tiba saja, mobil
berhenti mendadak. Pak Yashirou langsung menatap Ren, Khawatir. “Kau baik-baik
saja, Ren? Ada apa?” tanyanya dengan wajah pucat.
“Ya. Maaf, sepertinya ...
aku menabrak seseorang.” Jawab Ren.
“Menabrak seseorang?!”
seru Pak Yashirou dengan nada panik.
Ren langsung keluar dari
mobilnya sedang Pak Yashirou menurunkan kaca mobilnya. Ren menuju ke arah depan
mobilnya. Di sana ia menemukan seorang gadis sedang terduduk menatap
sekelilingnya dengan mata liar. Sepasang tangannya membersihkan debu-debu di
sekitar roknya masih dalam posisi duduk di atas jalan raya. Bawaannya
berantakan di tengan jalan. Dari isi tas sekolahnya keluar dari wadahnya.
“Kamu tidak apa-apa?”
tanya Ren ramah bercampur kecemasan takut terjadi apa-apa pada gadis itu.
Mungkin jika gadis itu terhitung menganggap ini kecelakaan sengaja atau tidak
maka Ren harus bersiap-siap harus berhadapan dengan jalur hukum. Atau gadis itu
akan berdamai dengannya. Semoga dia tak apa-apa. Doanya dalam hati
seraya membantu membenahi barang-barang gadis itu.
Tapi gadis itu bukannya
menjawab pertanyaan Ren malah balik melotot ke arah Ren. Bagi Ren, ini pertama kalinya
dirinya melihat warna mata gadis Jepang begitu jernih dan murni seperti warna
salju. Warna mata gadis itu sedikit abu-abu biru. Potongan rambutnya hitam
panjang dengan sedikit poni di dahinya merupakan ciri khas gadis Jepang.
“Hei, kau!! Jangan mentang-mentang
ini jalan umum, kau seenak perutmu main tancap gas sesukamu tanpa melihat orang
lagi jalan. Kau pikir ini jalan nenek moyangmu, ya!” teriak gadis itu tiba-tiba
membuyarkan lamunan Ren seketika. Wajahnya tampak marah besar.
Teriakan gadis itu membuat
Pak Yashirou langsung turun dari mobil penuh kekhawatiran. “Ren, apa yang
terjadi? Apa dia terluka?”
“Tak apa-apa, Pak
Yashirou.” Dengan wajah tenang, Ren menatap gadis bermata abu-abu biru tadi,
“Kalau begitu ... aku minta maaf nona. Aku sama sekali tak bermaksud ataupun
sengaja menabrakmu. Tapi kalau boleh menyarankan, sebaiknya kau belajar
berjalan agak minggir munkin sekitar dua meter dari tengah jalan agar terhindar
dari kendaraan dan jangan melompat sembarangan ke tengah jalan. Kebiasaan yang
tiba-tiba melompat di depan mobil yang sedang berjalan, suatau hari nanti ...
pasti akan membahayakan nyawamu sendiri, nona.”
Setelah mengucapkan
kalimat itu, Ren menatap penuh senyuman ke arah gadis yang masih terduduk di
tengah jalan. Ren memang melihat gadis itu mencoba menyebrang jalan tanpa
melihat sekitarnya.
“Hei, kau brengsek! Apa
ini caramu minta maaf pada orang yang baru kau tabrak?” tanya gadis itu dingin.
“Aku paling benci pada orang kaya sombong dan tak tahu aturan semacam kau ini.
Ada juga ya orang sepertimu di Jepang ini.”
Ren spontan menatapnya
tajam dengan penuh kesinisan. “Apa ini juga caramu bicara ala orang Jepang pada
orang yang berniat minta maaf? Dengan berteriak penuh kemarahan seperti gadis
tak tahu aturan dan tata krama seperti yang dibanggakan Jepang selama ini? Ada
juga ya gadis sepertimu di Jepang ini.” Balasnya sadis.
Kau terlalu kejam, Ren.
Bagaimana mungkin kau bicara begitu pada seorang gadis. Kalau itu terjadi pada
beberapa artis yang tak punya loyalitas dan komitment, aku sih tak masalah. Kata Pak Yashirou dalam hatinya.
Secara tiba-tiba gadis
itu mencengkram kerah leher Ren yang menatapnya kebingungan, dan tanpa
basa-basi, gadis itu memukul wajah Ren sambil berteriak, “Aku benci pada cowok
yang tak bisa menghormati wanita di dunia ini!!”
Pukulan gadis itu membuat
Ren, yang sama sekali tak siap malah terhuyung-huyung ke belakang. Mulut Pak
Yashirou yang nyaris tak bisa kembali ke rahangnya otomatis terbuka. Dirinya
pun hanya bisa berdiri memandang Ren mendapat pukulan telak dari seorang gadis
yang baru saja ditemui mereka. Ekspresinya pucat.
Ya Tuhan ... Apa ... Apa
yang terjadi?
Gadis itu langsung
memanfaatkan kesempatan untuk lari setelah mengambil barang-barangnya. Baru
beberapa detik bayangannya lansung menghilang di telan kabut bukit pagi saat
itu.
“Ren? Kau tak apa-apa?
Bagaimana ... bagaimana dengan wajahmu?” tanya Pak Yashirou cemas setengah
hidup karena wajah penting bagi seorang bintang Jepang kelas atas semacam Ren
Tsuruga. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Pak Yashirou masih tak percaya
apa yang baru saja di lihatnya. Seorang gadis asing menonjok Ren Tsuruga, aktor
kelas atas Jepang. Apa gadis itu tak punya televisi atau hp atau radio atau
apapun itu? Bagaimana mungkin tak ada yang mengenali Ren Tsuruga?
Ren kembali memasang
wajah gentle man-nya. Pak Yashirou menatap Ren antara kasihan, geli, cemas, dan
pucat menghela napas panjang. Baru kali ini kulihat aktor sekaliber Ren
Tsuruga ditonjok seorang gadis. Kasihan sekali. Apa kata orang-orang nanti jika
tahu tentang ini?
Perlahan Ren mengusap
bibirnya yang mulai membengkak.
XXXXXXX
Kamis, 20 Maret 2014
Rätselhaft (misteri)
Kurasakan hari ini tetap sama seperti terakhir aku pergi
Tak bisa kubaca rahasia jiwa ini yang mulai kehilangan hati
Di sudut hatiku tetap kosong
Tetap sunyi tanpa cinta
Kau pergi tanpa kata, aku takkan pernah melihatmu selamanya
Semuanya tetap sama seperti kau menjauh dan semakin tak kulihat
Bersmbunyi jauh dalam keramaian dunia yang kutakuti
Aku takkan menjamah dunia tempatmu berada
Selamanya aku takkan menyapamu andai kita bertemu
Aku takkan melihatmu saat kau mulai tersenyum dalam nyatamu
Karena aku hanya mimpi yang hanya melintas khayalanmu
Aku ingin kau melupakanku dan jangan pernah mengingatku kembali
Anggaplah aku hanya misteri
Tinggalkan aku dalam sudut kesedihanku
Karena sungguh aku takut hanya dalam ketakutanku
Aku tak punya tempat di duniamu meski hanya sedikit
Tinggalkan aku, menjauhlah dariku, selamanya jangan ingat diriku
Airmata ini yang akan melindungiku menyingkirkan segala
kesulitanku untuk tertawa
Lukaku yang akan menyembuhkan sakitku padamu
Biarkan aku sendiri menikmati
misteri hatiku
Yang Bukan Segalanya
Sendiri melawan
arus bukanlah urusan mudah. Apa mau dikata, setiap hati harus memilih dan
melakukan apapun keinginan mereka dengan sadar atau tidak tentang hakikat
hidupnya masing-masing.
Ya! Bukankah
setiap orang berhak memilih jalan hidupnya masing-masing? Ini hak asasi, ini
otonomi diri. Terkadang bukan hanya mata saja yang dibutuhkan untuk melihat,
namun hati juga diperlukan sebagai kontrol serta penyeimbang. Lucu memang
berada di tengah parodi manusia-manusia urban yang hidup bak sapi perah bagi
ambisi dan gengsi mereka sendiri.
Kebahagian bukan selamanya tentang materi. Terkadang
bahagia itu tak terlihat oleh aksesoris duniawi, karena bahagia itu hubungannya
dengan hati. Dengan kesederhanaan pun kalau kita mau bahagia juga bisa
datang. Materi memang bisa membuat orang senang, namun belum tentu ia akan
merasa bahagia. Bahkan untuk melihat sesorang menjadi bahagia dengan mata saja
tidaklah cukup. Apa yang terlihat oleh mata belum tentu sama dengan apa yang
dirasakan di dalam hati. Harta yang melimpah pun tak akan sepenuhnya membawa
kebahagiaan yang sempurna.
Naïf bukan cara berpikirku selama ini?
Ya! Aku memang
naif! Aku hidup dengan pikiran yang terlalu dangkal bagi kebanyakan orang.
Banyak orang bertanya, “Kau bisa meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi, dan kau bisa mendapat pekerjaan yang layak. Ibumu mau membantu keuangan
pendidikanmu secara keseluruhan dan kau hanya fokus pada kuliahmu atau kau bisa
ambil kerja part-time. Siapa tahu kau jadi pegawai negeri atau bisa membuka
usaha kelak.”
Ya! Aku bisa dan
aku yakin aku dapat melakukannya. Tapi aku takkan melakukannya.
Cukup sulit ‘kan
membaca pikiranku? Mungkin atau bisa jadi bagi kalian. Sampai-sampai aku merasa
kesal mendengar ocehan orang yang membanggakan anak-anak mereka yang mendapat
title tinggi, S1 atau S2.
Kurenungkan lebih mendalam. Hampir seratus persen batin
dan fikiranku membenarkannya. Namun tidak dalam segala hal, sebab kehidupan tak
bisa terlepas dari garis-garis takdir yang telah Tuhan bentangkan untuk
masing-masing orang. Tidak semuanya mesti berbeda lebih baik hanya karena
keputusan untuk melanjutkan pendidikan. Beda dalam hal tingkah laku,
pengetahuan dan cara pandang itu harus. Tapi berbeda dalam hal materi, ekonomi
dan kedudukan duniawi itu menyangkut takdir orang masing-masing yang katanya
sudah digariskan Tuhan ketika masih dalam kandungan. Orang-orang yang tak
pernah masuk sekolah atau kampus pun akan punya uang banyak jika rezekinya
memang banyak. Demikian pula orang kuliah yang pandai setinggi langit pun jika
rezekinya hanya sedikit, tetap saja sedikit meski sudah diusahakan dengan
berdarah-darah.
Ya! Aku memang
orang yang hanya pasrah pada nasib dan tak mau merubahnya menjadi lebik baik.
Berkali aku
makan sepiring berdua dengan Ibuku, bukan karena ngirit nasi atau malas cuci
piring mengingatkanku pada kepahitan hidup seorang wanita yang hidup sendiri.
Seolah tak punya sanak saudara atau suami dan anak. Tapi beliau memiliki semua,
suami dan anak-anaknya. Tapi beliau menyingkirkan mereka semua dalam pandangan
matanya.
Ya! Ibuku adalah
seorang janda. Janda yang di cemooh suami dan ditinggal anak-anaknya. Wanita
yang di tiadakan oleh saudara-saudaranya.
Ibuku adalah
wanita yang keras dalam pendidikan keluarga. Anggap saja wanita otoriter dan kejam
bagi anak-anaknya. Wanita yang membangkang bagi suaminya. Seorang Ibu yang
malang bagiku.
Kenapa Ibuku di
cemooh suaminya? Karena suaminya tak bertanggung jawab dan mengabaikan
kewajibannya terhadap istri dan anaknya. Tenang menghanyutkan, itulah sifat
bapakku. Ibuku bekerja banting tulang menggantikan posisi suaminya hanya demi
anak-anaknya dapat meneruskan hidup kelak. Suaminya tak terima karena
penghasilan istrinya bisa menghidupi anak-anaknya. Tapi dia tak mau berpikir
bagaimana caranya agar dia bisa menafkahi keluarganya. Dia pun tak mau repot
untuk mengurus anaknya sekolah yang semua biaya di tanggung sang istri. Suami
mencemooh istrinya karena lebih bisa menafkahi keluarganya daripada dirinya.
Kenapa Ibuku di
tinggal anak-anaknya? Bagi Ibuku, shalat adalah hal yang utama dalam kehidupan.
Belajar Al Qur’an bisa menerapkan anak-anaknya dalam bimbingan Illahi. Puasa
adalah kewajiban setahun sekali. Sedekah adalah awal dari tabungan kekayaanmu
kelak. Berdoa dan berusaha. “Jangan pernah meminjam barang milik orang lain
atau dikasihani orang lain. Jika kau mau sesuatu, makan kau harus membelinya
sendiri. Kalau kau tak bisa, maka menabunglah untuk bisa membelinya. Kalau kau
tak punya uang, maka tunggulah hingga kau kau mampu menghasilkan uang atau
bekerja dengan halal. Karena tak ada sesuatu yang manusia berikan kepadamu
selain simpati.” Ya! Begitulah kata Ibuku. Tapi begitu melihat anak-anaknya
yang tumbuh dan besar dengan cara berpikir yang ‘instan’, beliau menganggap
bahwa memang sudah ‘keturunan’ dari bapaknya yang pemalas dan ‘instan’.
Kenapa shalat?
Karena pertama kali yang ditanyakan waktu mati adalah shalat. Kenapa Al Qur’an?
Karena kau mampu belajar tentang semua ilmu pengetahuan dunia akhirat dari
membacanya. Kenapa puasa? Karena kau bisa merasakan penderitaan orang-orang
yang tak mampu makan. Kenapa sedekah? Karena kau miskin, miskin amal dan banyak
dosa.
Kenapa aku
bilang ‘keturunan’? Ya! Beliau suka berjudi. Dan kalian tahu uang yang
dihasilkan dari berjudi. Haram! Dan tahukah kalian jika uang haram yang
dijadikan konsumsi anak-anak mampu membentuk darah dan daging, yah ... mungkin
juga pertumbuhan otak juga berpengaruh kali. Benar. Anak-anak Ibuku tumbuh
dewasa dengan uang haram.
Kenapa
anak-anaknya tak bisa di cegah untuk mengkonsumsi uang haram itu? Ingat
kata-kataku di atas. Suami tenang menghanyutkan dan istri yang otoriter. Paduan
yang bagus. Kurasa, sih otak anak-anaknya dapat sifat dua-duanya tuh. Otak
anak-anaknya hanya uang, uang dan uang karena kebanyakan konsumsi uang haram
dari bapaknya hingga putra-putrinya mampu melakukan apapun demi mendapatkan
uang. Mencuri milik Ibunya, saudara-saudaranya, temannya atau orang lain aku
tak tahu, misalnya.
Hanya
orang-orang bodoh menurutku yang rela mengorbankan semuanya demi uang.
Mengorbankan kasih sayangnya, mengorbankan waktunya. Mereka seperti menjual
diri mereka pada keping rupiah. Mereka rela bersilat lidah hanya demi mendapat
simpati orang lain. Bersilat lidah membicarakan aib sendiri maupun orangtuanya
yang jauh dari kenyataan, sungguh hina. Dan setelah mendapat simpati dan
berteman akrab, apa yang mereka lakukan? Mereka memeras teman-temannya. Kasihan
sekali. Turut berduka cita saja, deh.
Sungguh bodoh
sekali! Setidaknya bagiku. Mungkin bagi kalian berbeda.
Berbagai hal
yang bisa kupelajari salah satunya adalah belajar ihklas. Jika mereka tak bisa
merubah sikap mereka dan bertindak sesuka hati dalam lumpur dosa, maka akupun
bertindak sesuka hatiku. Aku akan jauh lebih baik jika aku melakukan semua
sendiri dalam diam.
“Bersyukurlah
pada yang telah mendzhalimimu,kerana dia yang telah menguji kesabaranmu. Bersyukurlah pada yang telah mengacuhkanmu,kerana dia
yang menjadikanmu berdikari. Bersyukurlah
pada orang yang menyakitimu,kerana dia yang membuatmu selalu tabah. Adakalanya kita perlu tertawa,agar kita tahu mahalnya
nilai Air mata. Adakalanya kita perlu
menangis,agar kita tau bahwa hidup ini bukan hanya untuk tertawa.” Itu ajaran
Ibuku.
Kali ini giliranku. Aku hanya mampu diam di samping Ibuku dan hanya mendengar keluh kesahnya. Membantu sebisaku jika diminta, kadang jika dibantu pasti marah karena di anggap mengganggu. Waktunya bekerja ya kerja, waktunya shalat ya shalat, ngaji, bantuin kerjaan rumah, waktunya main ke rumah teman ya jangan lama-lama. Sering di miscall kalau lama-lama. Benar! Ibuku wanita yang keras, otoriter, kampungan, hebat sekaligus mulia, tegar, atau apapun itu. Whatever! Jika ada kursi singgasana kerajaan di samping kemuliaan seorang Ibu, tak satupun anak-anaknya yang menginginkannya dan di biarkan kosong, maka akupun bersedia mengisinya. Istilah yang hebat. Bravooo!!
Jika
orang lain sibuk bekerja dan kuliah demi tercapainya cita-cita dan membanggakan
orangtua mereka dengan gelar yang hebat, aku berbeda dengan mereka. Aku ingin
menghabiskan waktuku lebih banyak dengan Ibuku. Soal kerja, bisa di atur. Sola
main, gampang. Soal jodoh, pesan saja sama Allah. Mudah ‘kan?
Kenapa begitu?
Aku adalah anak perempuan. Baginya mungkin punya 4 orang anak, tapi yang di
sisinya hanya satu. Ya, pasti tahu maksudku. Seolah hanya aku lah anaknya. Yang
tinggal di sisinya saat ini. Berdua. Andai aku bekerja, waktuku hanya bekerja.
Andai aku main, kulewatkan waktu bersama teman-temanku. Andai aku pergi
menjauh, Ibuku sendiri di rumah. Aku ingin melewatkan waktu bersamanya hingga
aku mendapatkan jodoh yang yang mampu mengimami aku, melewatkan waktu bersama
di rumahku yang hanya berisi dua orang wanita. Bercanda dan saling menghibur di
kala kami makan bersama. Memimpin shalat kami waktu tahajud. Mengisi hidup
kami, seiring berjalan waktu hingga akhir hidup kami kelak bersama kembali
datang kepada-Mu dengan ridha-Mu dan rahmat-Mu.
YA RABB Jadikanlah cinta dan
rindu ini TULUS semata karena-Mu.. Dan hati hanya tertawan oleh-Mu. Ridhailah jiwa ini atas segala
keputusan-Mu.
Selasa, 25 Februari 2014
Sonrisa (senyuman)
Masa depan yang mengalir menjauhi masa lalu
Tetaplah menyertai agar bisa bangkit dari keputusasaanku
Suatu saat dalam lintasan takdir tetaplah tersenyum agar dunia tetap terpesona
Agar manusia tak menghina, agar dunia tak tertawa
Meski terjatuh jangan mengeluh, jangan bersedih
Angin terlupa menyalami kita tak apa
Tetaplah tegar menghadapi hidup, ubahlah masa depan tanpa membengkokkan takdir
Simpanlah tangisan dalam kebisingan dan keramaian ocehan orang
Jangan tertawakan kelemahan, kelemahan adalah kelebihan yang tak kau sadari
Jangan membuangnya kejalanan bekas orang
Hanya kita yang tahu jalan mana yang akan kita tempuh
Meski kita berjalan di bawah langit yang berbeda, di atas tanah yang bercabang
Berdoalah dalam kekuatan demi tetap tersenyum
Kita bisa mulai maju meski rasa takut menyesatkan kita dalam masa lalu
Bertahanlah, tunggulah hingga akan kau temukan jalan menuju mimpimu
Berhentilah sejenak saat kau lelah
Tuhan takkan meninggalkanmu sendiri dalam kepedihan
Dia akan tersenyum jika kau tertawa menuju keinginan-Nya
Rasa lelah atau sakit akan hilang bersama perjalanan
Jangan pernah lupa kau berasal dari mana
Kehangatan-Nya melampaui kegelapan, kasih sayang-Nya melebihi murka-Nya
Menerangi kepedihan ketika perjalanan panjang kita melintasi berbagai peristiwa di bawah rahmat-Nya tetap bersama kita
Langganan:
Postingan (Atom)